Kemendes PDTT Kunjungi Desa Tambong, Bakal Kembangkan Potensi Wisata Desa

  • Whatsapp

Tambong, Banyuwangi – Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) kian serius menggarap sektor Desa Wisata sebagai pengungkit ekonomi dan merupakan salah satu strategi pemulihan ekonomi nasional pasca covid-19. Pengembangan Obyek Wisata (POW) adalah salah satu program dari Direktorat Pembangunan Sarana dan Prasarana Desa.

Desa Tambong, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi adalah salah satu desa yang ada di Banyuwangi yang mendapat kunjungan dari Direktorat Pembangunan Sarana dan Prasarana Desa, Kemendes PDTT. Kunjungan tersebut selain untuk sosialisasi program POW, juga identifikasi sarana prasarana yang dibutuhkan untuk menunjang kegiatan pariwisata.

Hadir pada kegiatan tersebut perwakilan dari Direktorat Pembangunan Sarana dan Prasarana Desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Banyuwangi, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, Perwakilan Politeknik Negeri Banyuwangi, Direktur Bumdes Rekso Wijoyo Tambong beserta anggotanya, dan perangkat desa.

“Ini merupakan berkah bagi Desa Tambong, karena bisa dikunjungi oleh utusan dari Kemendes PDTT dalam rangkan Identifikasi serta Sosialisasi Program Pengembangan Obyek Wisata. Semoga dengan adanya program ini, apa yang dibutuhkan Desa Tambong di ranah wisata, bisa terealisasi sesuai dengan kebutuhan,” ungkap Kades Agus.

Sementara itu, perwakilan dari DPM dan Desa Kabupaten Banyuwangi menyampaikan adanya sinergi antara desa dengan bumdes mutlak dilaksanakan, karena nantinya pengelolaan destinasi wisata ini harapannya dapat meningkatkan PADes. Keterlibatan Pendamping Desa dan Tenaga Ahli Pendamping Kabupaten juga diharapkan dapat membantu demi terlaksananya program tersebut.

Disisi lain, perwakilan dari Disbudpar mengatakan intinya Desa Tambong memiliki banyak potensi, mulai sejarah, seni budaya, kuliner, dan lain-lain. Harapannya dengan adanya program POW ini bisa diprioritaskan dan dimaksimalkan kebutuhan untuk menunjang kegiatan pariwisata desa.

Direktorat Pembangunan Sarana dan Prasarana Desa, Kemendes PDTT, Bu Ayu berharap, jika kebutuhan untuk program pengembangan obyek wisata ini lahannya harus clear and clean dan sarpras yang akan dibangun harus milik desa atau TKD. Bantuan yang akan diberikan merupakan bantuan secara swakelola yang berfokus pada pembangunan fisik.

“Ada 6 menu bantuan yang disajikan dalam program POW, diantaranya Homestay, Toilet/MCK, Gazebo/ Saung, Balai Kesenian, Kios atau Kedai, Kolam Pemandian dan penunjang lainnya,” tutup Kades Agus. (Nanang – Jurnalis Desa)

Sumber : https://tambong.mediadesa.co.id/

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *