Kangkung Cabe Jadi Tren di Supermarket, Dibudidayakan Hidroponik di sebuah Desa di Jember

  • Whatsapp

Jember, 29/11/24 (jmdn) Kangkung cabe kini menjadi tren di pasar, terutama di supermarket dan toko modern. Tidak hanya karena banyak peminatnya, kangkung cabe yang dibudidayakan dengan sistem hidroponik ini memiliki tekstur renyah, tidak berserat, dan mengandung banyak air. Sayuran ini cocok dikonsumsi oleh anak-anak, orang dewasa, maupun lansia.

Nurhadi, seorang pembudidaya kangkung cabe di Desa Sukorambi, Kecamatan Sukorambi, Jember, berhasil mengembangkan kangkung cabe dengan sistem hidroponik. Dengan pengairan yang proporsional dan pemberian nutrisi lewat air, kangkung cabe yang ia budidayakan tumbuh dengan pesat.

“Proses dari pembibitan hingga panen hanya memakan waktu sekitar dua minggu,” ujar Nurhadi.

Keistimewaan kangkung cabe ini terletak pada teksturnya yang renyah dan air yang tidak berubah warna saat dimasak, berbeda dengan kangkung yang dibudidayakan secara konvensional di tanah, yang biasanya mengubah air menjadi warna hitam. Hal ini membuat kangkung cabe hidroponik lebih diminati karena lebih sehat dan estetis.

Setiap hari, Nurhadi memanen hingga ratusan ikat kangkung cabe untuk memenuhi permintaan pasar. Satu ikat kangkung cabe dijual seharga Rp20.000. Selain untuk memenuhi kebutuhan pasar, budidaya kangkung cabe ini juga digunakan sebagai objek edukasi bagi anak-anak sekolah yang ingin belajar cara menanam kangkung cabe dari bibit hingga panen.

Dengan pengelolaan yang terkontrol dan proses yang cepat, usaha budidaya kangkung cabe Nurhadi semakin berkembang pesat dan menjadi pilihan yang tepat bagi konsumen yang mencari sayuran sehat dan segar. (bbg)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *