Banyuwangi, 03/12 (ANTARA) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, memasuki musim penghujan melakukan langkah antisipasi di wilayah rawan bencana hidrometeorologi utamanya banjir dan longsor.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Banyuwangi Danang Hartanto di Banyuwangi, Selasa, mengatakan salah satu wilayah rawan bencana banjir di Dusun Sukamade, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran.
“Di Dusun Sukamade sebagai salah satu daerah dengan risiko tinggi, karena sungainya dangkal dan dekat laut, sehingga rawan terjadi luapan,” ujarnya.
Beberapa hari lalu, lanjut Danang, banjir menerjang wilayah Dusun Sukamade hingga menyebabkan jembatan hanyut terbawa banjir.
“Ibu Bupati sudah turun langsung ke lokasi melakukan peninjauan dan memastikan ketersediaan logistik dan bantuan bagi warga terdampak,” katanya.
Danang menyebutkan di Dusun Sukamade dihuni lebih dari 300 kepala keluarga (KK) yang berpotensi terisolasi jika bencana terjadi.
Selain di Dusun Sukamade, menurutnya, BPBD setempat juga telah memetakan daerah rawan lainnya seperti di Kecamatan Giri, Glagah dan di kawasan kota.
“Kami juga sudah berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait seperti Dinas PU Pengairan untuk memperlancar daerah aliran sungai dan gorong-gorong yang tersumbat,” katanya.
Di Kecamatan Kalibaru, katanya, BPBD bekerja sama dengan Pemprov Jawa Timur untuk merelokasi warga yang dulunya sempat terdampak banjir bandang ke rumah hunian yang dibangun Pemprov Jatim, tepatnya di Dusun Krajan, Desa Kalibaru Wetan.
“Di sana ada 23 keluarga setuju pindah dan sebagian warga lainnya yang tinggal di bantaran sungai masih kami bujuk. Karena ini demi keamanan dan kenyamanan untuk masyarakat,” kata Danang.
BPBD Kabupaten Banyuwangi juga siaga menghadapi puncak musim hujan yang diprediksi terjadi pada Januari-Februari mendatang, selain potensi banjir, warga yang bermukim di dataran tinggi agar lebih waspada adanya potensi tanah longsor. ANTARA/ Novi Husdinariyanto