BANYUWANGI, JAWA TIMUR, 2/4 (ANTARA) – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, tetap membuka layanan pengurusan administrasi kependudukan (adminduk) selama libur Lebaran 2025 dan warga serta pemudik menyambut antusias pelayanan tersebut.
Pelayanan mengurus adminduk ini dibuka setiap hari selama masa libur Lebaran, mulai pada 29-30 Maret dan 2-6 April 2025 mulai pukul 08.00 hingga 13.00 WIB kecuali pada hari H1 dan H2 Lebaran (31 Maret dan 1 April).
“Kami ingin memberikan layanan optimal kepada warga Banyuwangi di rantau, sambil mudik mereka masih bisa mengurus dokumen-dokumen yang dibutuhkan,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Banyuwangi, Rabu (2/4/2025).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdukcapil Kabupaten Banyuwangi Choiril Ustadi Yudawanto menyebutkan sejak dibuka layanan adminduk pada libur Lebaran tercatat ada 109 warga yang telah memanfaatkan layanan ini mulai mengurus KTP-e, Kartu Identitas Anak (KIA), Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran, hingga akta kematian.
“Rata-rata setiap hari ada 30 pemohon, yang paling banyak adalah pemohon KTP, baik KTP pemula maupun KTP update data, pada hari ini layanan dibuka kembali setelah H1 dan H2 Lebaran,” ujarnya.
Choiril Ustadi mengemukakan semua layanan adminduk bisa dilayani karena pemerintah daerah setempat sudah mengantisipasi sejak awal dengan mengajukan penambahan blanko KTP ke provinsi.
Menurutnya, selain itu juga dibuka layanan mobile dengan pengajuan melalui WhatsApp (WA) dan bagi pemudik yang membutuhkan dokumen adminduk bisa menghubungi helpdesk Kantor Dispendukcapil di nomor 081336700900.
“Kami menjamin permohonan via WA pun tetap kami layani, selama tidak ada perubahan data dan seluruh persyaratannya terpenuhi,” kata Ustadi.
Salah seorang pemudik yang selama ini tinggal di Bali, Ragil Ditya mengaku sangat terbantu dengan dibukanya pelayanan untuk mengurus administrasi kependudukan.
“Ada sejumlah dokumen adminduk yang akan saya perbarui, kebetulan tahu kalau pas libur hari raya masih buka, saya manfaatkan untuk mengurusnya,” katanya. (ANTARA/Novi Husdinariyanto)