BANYUWANGI, JAWA TIMUR, 5/4 (JMDN) – Jika berbicara suku atau masyarakat Jawa di Indonesia, pasti salah satu yang terlintas di pikiran semua orang adalah budaya dan tradisinya yang melimpah ruah dan syarat akan makna. Seperti pada momen hari raya Idul Fitri dimana masyarakat Jawa, khususnya yang berada atau tingal di wilayah Banyuwangi bagian selatan, juga mempunyai tradisi unik yang cukup menarik di waktu tersebut.
Tradisi itu adalah Kupatan dimana masyarakat Jawa (khususnya di Banyuwangi) membuat ketupat dan opor ayam untuk dibagikan kepada keluarga/kerabat dan tetangga yang biasanya dilaksanakan 5-7 hari setelah waktu hari raya Idul Fitri berlangsung. Pada dasarnya, dilaksanakannya tradisi Kupatan ini merupakan pertanda jika perayaan Idul Fitri telah selesai.
Selain itu secara harfiah, jika diperhatikan nilai dari Tradisi Kupatan itu sendiri memiliki makna positif, yang salah satu tujuannya adalah untuk mempererat tali silaturahmi dengan keluarga/kerabat dan tetangga sebagai pihak terdekat dalam kehidupan sehari-hari dengan saling berbagi dan memaafkan di moment yang penuh dengan kegembiraan ini.
Semoga kedepannya Tradisi Kupatan ini akan tetap dilestarikan oleh generasi berikutnya. Karena nilai yang ada di dalamnya sangat baik untuk kehidupan dan mengajarkan kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga hubungan baik atau silaturahmi dengan orang-orang yang ada disekitar masing-masing. (JMDN/law)