Jember, 29/11/24 (jmdn) Seorang emak-emak harus dievakuasi oleh petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember setelah terjebak banjir yang menggenangi rumahnya di Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo. Saat banjir datang, ia bersama orang tua dan anaknya berada di dalam rumah yang terendam air setinggi lebih dari 50 cm.
Banjir yang melanda Desa Wonoasri ini disebabkan oleh intensitas hujan yang sangat tinggi, mengakibatkan sungai di daerah tersebut tidak mampu menampung debit air hingga meluber ke pemukiman warga. Akibatnya, banyak rumah dan area pertanian warga terendam. Selain itu, jalanan juga dipenuhi air yang cukup tinggi, sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
Air banjir menggenangi rumah-rumah warga dan jalan-jalan desa hingga mencapai ketinggian sekitar 50 cm. Dalam situasi ini, Supami, salah seorang warga, mengungkapkan kesulitan yang dihadapi saat banjir datang.
“Saat itu, saya sedang sakit. Bersama orang tua dan anak, kami terjebak dalam rumah yang mulai terendam banjir, hingga akhirnya dievakuasi oleh petugas BPBD,” ujar Supami, dengan suara terbata-bata.
Petugas BPBD Jember langsung bergerak cepat dengan melakukan asesmen ke lokasi terdampak banjir. Mereka juga memberikan bantuan makanan kepada warga yang terdampak banjir. Jika air mulai masuk ke dalam rumah dan membahayakan penghuninya, warga yang tetap bertahan di rumah dipaksa untuk segera dievakuasi ke tempat yang lebih aman, seperti di balai desa setempat. Namun, jika genangan air tidak sampai masuk rumah, petugas hanya memberikan bantuan berupa makanan dan kebutuhan darurat lainnya.
Widodo, Kepala BPBD Jember, menyatakan bahwa banjir kali ini berdampak cukup besar pada beberapa wilayah. “Ada sekitar ratusan kepala keluarga yang terdampak banjir. Di Desa Andongrejo, tercatat ada 35 KK yang terendam, sementara di Wonoasri ada 42 KK, dan di Curah Nongko sebanyak 213 KK,” ujarnya.
Masyarakat dan pihak BPBD terus bekerja sama untuk memastikan keselamatan warga, memberikan bantuan yang diperlukan, serta mengatur evakuasi jika diperlukan. Dengan tingginya curah hujan dan risiko banjir yang semakin meningkat, diharapkan semua pihak tetap waspada dan siap siaga dalam menghadapi potensi bencana yang lebih besar. (bbg)